Bahaya Berkendaraan Dengan Telephon Genggam

22 03 2010

Sewaktu berkendaraan, sering terlihat adanya pengemudi-pengemudi yang begitu asyik berbicara melalui telpon genggam. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Drs. Frank Drews, David Strayer, dan Dennis L. Crouch dari University of Utah, pengemudi yang berbicara baik melalui telpon genggam yang dia genggam atau hands-free sama kurang konsentrasinya seperti halnya orang yang mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk.

Berikut ini adalah hasil penelitian yang dilakukan terhadap beberapa orang:


Pengendara yang berbicara melalui telpon genggam menjadi sedikit lebih lambat, 9 persen terlambat menginjak rem, 24 persen bervariasi dalam menjaga jarak dengan kendaraan di dekatnya karena perhatiannya terbagi antara berkendaraan dengan berbicara melalui telpon genggam, 19 persen lebih lambat kembali ke kecepatan normal setelah menginjak rem dan lebih cenderung menabrak. Semuanya ini dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan telpon genggam dan sama sekali tidak mabuk.


Pengendara yang mabuk dengan kadar alkohol dalam tubuh 0,08 persen akan menyetir sedikit lebih lambat namun lebih agresif daripada pengendara yang menggunakan telpon genggam. Mereka dapat mengikuti langkah-langkah mobil lebih seksama dan dapat menginjam rem 4 detik sebelum tabrakan terjadi. Mereka juga akan menginjak rem mereka dengan kekuatan 23% lebih tinggi. Angka kecelakaan, waktu reaksi setelah mengerem atau memperbaiki kembali kecepatan kendaraan sangat berbeda daripada pengendara dengan telpon genggam.

Lebih kecilnya tingkat kecelakaan yang diteliti di antara pengendara yang mabuk lebih diakibatkan karena penelitian dilakukan pagi hari, di saat semua pengendara yang mabuk mendapatkan istirahat yang cukup. Bagaimana pun juga, kebanyakan kecelakaan yang dialami oleh pengendara yang mabuk terjadi pada malam hari sewaktu pengendara kelelahan dan kadar alkohol dalam tubuh 2 (dua) kali batas legal 0,08 persen.

Menurut Dr. Drews, “Untungnya, prosentase pengendara yang mabuk semakin rendah, maka ini berarti resiko kecelakaan pada pengendara-pengendara yang berbicara melalui telpon genggam dan menyetir lebih tinggi karena sekarang ini lebih banyak orang menyetir sambil berbicara dengan telpon genggam dibandingkan menyetir dalam keadaan mabuk.

Teknologi memang sangat berguna. Tapi jika digunakan pada saat yang tidak tepat, hal itu malahan membuat orang-orang yang menggunakannya terlibat bahaya. Maka ingatkan orang-orang yang kita kasihi untuk tidak menyetir sambil bertelpon sehingga tetap dapat berkonsentrasi terhadap lalu-lintas dan mengurangi angka kecelakaan. Dan mengingat bahayanya menyetir dengan bertelpon, masih inginkah kita menjawab telpon saat menyetir?


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: