Tips Mempercepat Shutdown

22 01 2010

Mematikan komputer adalah pekerjaan yang sangat mudah. Namun, pekerjaan penutup ini kadang cukup menjengkelkan, apalagi bila kita dikejar waktu. Tidak jarang selain membutuhkan waktu yang hampir sama dengan proses booting, kadang proses shut down tidak berjalan sebagai mana mestinya,sehingga tetap harus ditunggu. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika kamu menyimak langkah berikut agar proses mematikan komputer dapat membuat kamu lebih nyaman.

 

  1. Shortcut Shut Down

    Salah satu cara yang paling cepat untuk untuk mematikan komputer adalah tanpa melalui start menu. Kamu dapat menyediakan shortcut khusus pada layar desktop bila ingin mematikan komputer dengan lebih cepat. Caranya cukup mudah. Yaitu, dengan mengklik kanan pada layar desktop, lalu pilih New, Shortcut. Setelah itu, pada layar Create Shortcut, masukkan SHUTDOWN -s -t 01 lalu tekan tombol Next. Setelah itu, masukkan nama untuk shortcut tersebut. Kamu dapat menamakan shortcut ini dengan julukan Shut down Lalu tekan tombol Finish.

  2. Kurangi Wit Times 1

    Selesai membuat menu pintas untuk mematikan komputer, kamu dapat mengatur waktu yang diperlukan untuk menutup aplikasi ke batas minimum. Artinya dengan memberikan waktu sekecil mungkin agar waktu yang dibutuhkan untuk mematikan komputer akan lebih cepat. Caranya adalah dengan menjalankan Registry editor, lalu pilih dalam HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\ pilih WaitToKillAppTimeout. Setelah itu, ubah nilainya dari 20000 menjadi 1000 agar dapat lebih cepat.

  3. Kurangi Wait Times 2

    Akses registry editor dengan cara pilih Run dalam start menu lalu ketiklah regedit, kemudian tekan Enter. Setelah itu tekan Ctrl+F kemudian cari HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop, setelah itu ubahlah nilai WaitToKillAppTimeout dari 20000 menjadi 1000. Jika merasa terlalu cepat, kamu juga dapat mengaturnya sampai kecepatan 5000 atau 10000. Waktu ini terkadang tidak terlalu diperlukan, bila kamu sudah terlebih dahulu mematikan semua aplikasi sebelum komputer dimatikan.

  4. Kurangi Wait Times 3

    Akses kembali registry editor seperti pada langkah-langkah selanjutnya, lalu carilah HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\. Setelah itu, cari WaitToKillServiceTimeout. Klik dua kali pada nama tersebut, kemudian ubah nilai value data-nya dari 20000 menjadi 1000. Jika yang sebelumnya adalah waktu maksimal untuk aplikasi dimatikan atau diselesaikan, maka langkah ini adalah menentukan untuk service yang sedang aktif.

  5. Auto Kill Task

    Salah satu yang memperlambat proses shut down adalah adanya aplikasi yang hang (tidak responsif) dan meminta input-an user untuk menentukan apakah aplikasi tetap akan ditutup atau tidak. Kamu dapat membuat komputer secara otomatis mematikan aplikasi dengan cara mengedit value data AutoEndTask menjadi 1. Opsi ini ada di dalam HKEY_USER\Control Panel\Desktop dan HKEY_USERS\Control Panel\Desktop. Dengan cara ini pula, semua aplikasi yang aktif akan dimatikan secara otomatis oleh sistem. Oleh sebab itu, kamu harus yakin bahwa aplikasi tidak lagi digunakan setiap akan mematikan komputer.

  6. Jalankan Hibernasi

    Kamu juga dapat memilih menjalankan hibernasi. Karena kamu tidak akan dipertanyakan apakah ada aplikasi yang tidak responsif atau tidak. Opsi hibernasi terdapat dalam Power Option yang ada pada Control Panel. Namun sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan ruang harddisk tempat sistem operasi berada masih memiliki sekitar 300 MB. Ruang yang dibutuhkan oleh hibernasi adalah untuk menyimpan status komputer (aplikasi apa saja yang sedang dibuka) agar pada saat kembali dari hibernasi, komputer dapat langsung mengaksesnya.

  7. Matikan nVIDIA Driver Helper Service

    Bagi kamu yang memiliki video card dengan chipset nVIDIA terkadang pada saat komputer melakukan proses shut down terdapat sedikit delay atau jeda karena helper service yang dilakukan oleh chipset nVIDIA. Oleh sebab itu, kamu harus mematikannya dengan cara buka computer management (klik kanan pada My Computer, manage). Lalu pada daftar service cari Nvidia Driver Helper, setelah itu klik kanan dan pilih Properties. Setelah itu pada drop down box Startup Type pilih disable dan tekan tombol OK. Hal ini dapat saja berlaku untuk VGA lain yang chipset-nya memberikan service serupa.

Dari berbagai sumber


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: