Mengenal Barcode Buku

17 01 2010

Buku, seperti juga produk lain, memerlukan identifikasi untuk memudahkan pengelolaannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan ISBN (International Standard Book Number). Selanjutnya, untuk peningkatan efisiensi pengelolaannya, diperlukan mesin (komputer) untuk mengidentifikasi buku-buku tersebut. Karena mesin tidak dapat membaca angka-angka ISBN itu, maka perlu dicarikan jalan dan salah satu caranya adalah dengan kode batang atau barcode.

ISBN sendiri dimulai dari usaha W.H. Smith, pengecer buku terbesar di Inggris yang pada tahun 1966 menerapkan sistem penomoran buku bersama British Publisher Association, yang menciptakan sistem Standard Book Number (SBN). Pada waktu yang sama, organisasi standar dunia (ISO) sedang membahas standar penomoran buku untuk seluruh dunia.

Metode Inggris ini kemudian diperbaiki menjadi ISBN (International Standard Book Number) pada tahun 1970 sebagai standar ISO 2108. Sistem Pengkodean Produk. Setiap perusahaan boleh saja memberi kode tersendiri untuk produknya, tetapi dengan demikian suatu produk yang sama akan mempunyai nomor yang berbeda pada setiap perusahaan. Untuk efisiensi komunikasi antara pemasok dan pembeli maka keduanya berusaha menstandardisasi penomoran produk.

Sistem penomoran yang umum adalah:

  • UPC (Universal Product Code), berasal dari system Amerika Serikat
  • EAN (European Article Numbering Association), yang berpusat di Brussel
  • ISBN (International Standard Book Number) untuk penomoran buku
  • ISSN (International Standard Serial Number) untuk penomoran penerbitan berkala

Sistem Penomoran untuk Buku: ISBN

ISBN jangan dulu dirancukan dengan barcode. ISBN adalah sistem penomoran untuk produk buku seperti juga ISSN untuk produk majalah dan UPC untuk produk barang-barang pada umumnya. ISBN di Indonesia diatur melalui Perpustakaan Nasional yang menjadi anggota dari asosiasi internasional ini. ISBN merupakan suatu sistem penomoran 10 digit dengan satu digit terakhir merupakan check digit. Check digit adalah suatu system untuk memastikan bahwa nomor yang diinputkan ke dalam suatu system komputer (baik melalui keyboard ataupun scanner) merupakan nomor yang benar.

Mekanisme Check Digit Misalkan kita melihat sebuah buku dengan nomor ISBN: 979-8901-00-2 dan nomor pada barcode-nya sebagai: 9789798901003. Apa artinya semua itu dan dari mana angka-angka itu semua diperoleh? Buku yang terbit di Indonesia selalu dimulai dengan nomor awal 979. Adapun buku terbitan internasional dengan Bahasa Inggris dimulai dengan awal nomor 0 atau 1. Jadi dari sinilah diperoleh tiga angka pertama di atas. Selanjutnya adalah nomor yang ditentukan oleh Perpustakaan Nasional untuk suatu penerbit.

Untuk mendapatkan nomor ini, penerbit perlu mengajukan surat permohonan dengan menginformasikan berapa banyak judul yang kira-kira akan diterbitkan dalam setahun. Dari informasi ini akan dialokasikan nomor bagi penerbit dengan sisa digitnya merupakan alokasi untuk jumlah buku yang akan diterbitkan. Penerbit yang nomor bukunya dijadikan contoh itu rupanya menginformasikan Perpustakaan Nasional bahwa dalam setahun kirakira akan menerbitkan 12 judul saja, maka Perpustakaan Nasional mengalokasikan dua digit untuk nomor- nomor buku, sehingga nomor untuk buku-buku penerbit ini mempunyai format sebagai berikut: 979-xxxx-xx-x

Misal,979-8901-00-2
979 :Kode untuk terbitan dalam bahasa Indonesia
xxxx : Kode untuk penerbit yang bersangkutan
xx : Alokasi untuk nomor buku (00 sampai 99, jadi 100 judul)
x : Check digit

Jadi jelas bahwa penerbit di atas mendapat empat digit nomor penerbit, yang dalam hal ini 8901. Buku pertama dari penerbit ini akan diberi nomor 00 yang pertama dengan dengan demikian ISBN-nya akan berupa: 979-8901-00-x dengan x adalah check digit Check digit diperlukan untuk memeriksa apakah ada salah ketik dalam penulisan suatu ISBN. Jadi check digit akan khas untuk nomor ISBN tertentu.

Untuk buku di atas, check digit dihitung sebagai berikut:
9 x 1 = 9
7 x 2 = 14
9 x 3 = 27
8 x 4 = 32
9 x 5 = 45
0 x 6 = 0
1 x 7 = 7
0 x 8 = 0
0 x 9 = 0
Total = 134


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: