Pilih Netbook ato Note Book?

15 01 2010

Netbook adalah komputer jenis notebook yang lebih murah dibandingkan dengan notebook biasa. Menurut Wikipedia, netbook adalah notebook berukuran kecil sampai dengan medium, ringan, hemat energi, berharga relatif murah, dan ditonjolkan untuk kemudahan mengakses Internet seperti browsing dan e-mailing.

Pada umumnya, netbook menggunakan prosesor dengan daya rendah seperti prosesor Intel Atom. Asus menjadi produsen pertama yang meraih sukses di pasar netbook, tercatat memiliki penjualan tertinggi pada awal 2008 melalui Amazon.com. Produk yang dikeluarkannya berbasiskan sistem operasi Xandros Linux OS, Asus Eee PC 4G, berlayar 7 inch dengan harga $200 pada saat itu.

Bisa dikatakan, netbook merupakan salah satu varian dari komputer jinjing yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi nirkabel dan mengakses internet. Dengan rancangan utama untuk digunakan sebagai perangkat dalam merambah web, dan menulis surat elektronik, netbook sangat bergantung pada keberadaan internet untuk akses jarak jauh terhadap aplikasi berbasis web untuk pengguna yang tidak membutuhkan keberadaan komputer berspesifikasi tinggi. Netbook biasanya menggunakan Windows XP ataupun Linux sebagai basis sistem operasi daripada sistem operasi yang memakan sumber daya komputer yang lebih besar seperti Windows Vista. Ukuran perangkat ini berkisar 4.8 inci hingga lebih dari 13 inci, umumnya memiliki berat antara 2 hingga 3 pond (~1 kg) dan biasanya lebih murah dari pada laptop biasa

Sejarah

Asal mula netbook dapat ditelusuri dari produk jajaran netbook milik Psion — perusahaan pembuat hardware yang berasal dari London yang saat ini sudah tidak lagi dilanjutkan, Proyek satu laptop untuk tiap anak (OLPC), dan Palm Foleo. Ketiganya merupakan perangkat komputer yang berukuran kecil, ringan, dan mampu digunakan untuk mengakses jaringan. Kehadiran netbook mulai dikenal luas pada saat Asus mulai memperkenalkan jajaran produk ASUS Eee PC untuk mengisi kekosongan pasar

Apakah netbook ada CD/DVD ROM nya ?

Selama ini konsep netbook, laptop mini dengan harga terjangkau, hadir tanpa CD-Room demi keringkasan. Namun, untuk pertama kalinya, ada netbook yang dilengkapi pembaca cakram digital yang dirilis ke pasaran yakni Asus Eee PC 1004DN. Netbook ini pertama kali dipamerkan dalam CES (Consumer Electronics Show) 2009 pada Januari silam di AS. Kualitasnya tak kalah dengan notebook standar dan tetap ergonomis meski dengan ukuran mini.

Tidak hanya CD-Room, netbook baru ini juga dilengkapi pemindai sidik jari. Proses komputasinya didukung dengan Intel Atom N280 1,66 GHz dan chipset Intel GN40 serta kartu grafis X4500M. Dengan kartu grafis ini, ia sanggup menjalankan langsung film standar 720p HD video dan 1080p HD video dengan mengatur bagian-bagian setting tertentu.

Kehadiran CD-Room tak mengorbankan penampilannya. Berat total hanya sekitar 1,6 kilogram. Ukuran layarnya 10,2 inci dengan resolusi 1024 x 600 piksel. Memori bawannya RAM 1 GB. Untuk koneksinya tersedia WiFi standar IEEE 802.11b/g/n, Bluetooth 2.1, dan slot ExpressCard 34. Baterainya 6 sel mampu bekerja hingga 5,5 jam. Sayangnya produk ini sementara baru dijual di taiwan dan belum ada kabar kapan akan dilempar ke negara lain. Di Taiwan, harga jualnya sekitar 608 dollar AS Netbook memiliki tiga kelemahan yaitu kinerja, ukuran layar dan keyboard yang tidak memungkinkan pengguna untuk mengetik dengan nyaman.

Kinerja Rendah

Netbook pada umumnya menggunakan Intel Celeron, Atom atau VIA Nano sebagai CPU yang memiliki arsitektur x86 tetapi tetap hemat daya. Sebagian besar netbook hanya memiliki memori 1GB dan ada beberapa yang hanya menemas 256MB.

Walaupun pada awalnya sebagian besar netbook mengoperasikan Linux, kini sudah banyak yang mengoperasikan Windows XP atau Vista. Apabila Anda menggunakan sebuah aplikasi email sekaligus membuka browser dengan beberapa tab saja netbook sudah mulai berkinerja lambat. Sedangkan banyak pengguna tidak terbiasa menggunakan Linux.

Menggunakan netbook bukanlah pengalaman penggunaan yang disukai setiap orang. Intel Atom jelas tidak bisa menyaingi kinerja laptop dengan Core 2 Duo dan apabila disuruh memilih, sebagian besar pengguna akan memilih laptop biasa karena netbook berkinerja sangat lambat.

Ukuran Layar

Kebanyakan netbook berukuran 7 hingga 10 inci (kecuali Dell yang bersikeras menyebut Inspiron 12 sebagai netbook). Hal terburuk dari layar netbook adalah resolusi vertikalnya yang hanya 600 pixel. Walaupun Anda tidak memiliki toolbar atau plugin browser yang banyak memakan ruang vertikal, tetap saja layarnya terlalu kecil.

Kamu harus selalu melakukan scroll ke bawah di netbook — contohnya Anda harus melakukan scroll hanya untuk melihat judul artikel pertama di NYTimes. Tidak seperti di iPhone di mana Anda hanya perlu menggerakkan layar dengan jari, pengguna yang tidak memiliki tetikus harus menggunakan keyboard atau trackpad untuk melakukan scroll. Sangat mengganggu dan setelah beberapa lama Anda akan berhenti menggunakan netbook Anda.

Keyboard

Kemudian ada lagi keyboard yang berukuran mini — sebagian besar hanya 80% ukuran normal. Kebanyakan pengguna dewasa tidak dapat mengetik dengan cepat tanpa melakukan kesalahan ketik. Mengetik di laptop jenis ini tidak jauh lebih baik dari keyboard kecil seperti BlackBerry dari segi kecepatan dan akurasi. Bertemunya Laptop dan Mobile Memang ada jurang pemisah yang cukup lebar di antara alat portabel seperti iPhone dan laptop biasa akan tetapi laptop berukuran mini seperti netbook bukanlah jawaban yang tepat untuk semua orang. Sebagian besar netbook tidak jauh lebih murah dibandingkan laptop segmen bawah yang memiliki layar jauh lebih besar dan keyboard berukuran penuh.

Masalahnya netbook berusaha untuk menargetkan dua pasar sekaligus: negara berkembang di mana harga menjadi faktor utama dan negara maju di mana pengguna menginginkan komputer kedua. Negara berkembang tidak peduli tentang ukuran, mereka hanya mementingkan harga murah jadi apabila mereka ditawarkan sesuatu yang lebih besar dan lebih nyaman dipakai dengan harga yang sama (ingat, semakin besar ukuran komponen komputer semakin murah harganya, kecuali untuk layar), kemungkinan besar mereka akan memilih laptop dibandingkan netbook.

Negara maju tidak begitu mementingkan harga, dan netbook terlalu minim fitur. Mungkin itu adalah salah satu alasan mengapa ukuran netbook mulai membengkak menjadi 10 dan 11 inci yang tidak jauh berbeda dari laptop — dengan harga yang hampir sama.

Jadi apa jawabannya? Apabila Anda menginginkan sebuah alat berukuran kecil yang hanya membutuhkan sebuah browser (tujuan netbook pada awalnya), sebuah alat dengan spesifikasi perangkat keras sekelas ponsel sudah cukup. Berikan pengguna layar berukuran besar untuk mendapatkan pengalaman pemakaian internet yang baik, tidak peduli apakah menggunakan layar sentuh atau keyboard sebagai metode input. Apabila dijual dengan harga murah — alat itu akan diinginkan semua orang

Sumber :


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: